KESEHATIAN DALAM PERSEMBAHAN TUBUH DAN KARUNIA PELAYANAN
[ROMA 12:1-8] Saudaraku yang dikasihi Tuhan,PENJELASAN TEKS
Ayat 1 Persembahan tubuh, persembahan hidup sebagai ibadah yang logis Terdapat 3 kata yang digunakan pada ayat (1) untuk menerangkan kata "persembahan", yang pertama adalah "kamu mempersembahkan tubuhmu kata "mempersembahkan" dari kata "parastesai", "paristano" artinya menyerahkan. menyembahkan, menyediakan. menunjukkan menghadapkan"; yang kedua adalah "sebagai persembahan yang hidup", kata persembahan disini dari kata "Thusian" artinya "kurban, pengurbanan": yang ketiga adalah "ibadahmu yang sejati" kata ibadahmu merupakan persamaan kata untuk kata "penyembahan" yang diambil dari kata "latreian" artinya penyembahan, ibadah". Yang disebut "persembahan yang kudus dan yang berkenan kepada Allah berkaitan dengan "kurban, pengurbanan". Yang menjadi kurban, pengurbanan adalah "mempersembahkan tubuh" sebagai kurban dalam logika penyembahan kepada Allah, adalah persembahan ibadah yang sejati. Artinya persembahan yang masuk logika, rasional.
Ayat 2 Membedakan kehendak Allah, yang baik, yang berkenan dan yang sempurna Rasul Paulus setelah menentukan standar ibadah yang logis, rasional sebagai ibadah yang sejati, pada ayat (2) memaparkan aspek yang penting dari "tubuh yang sudah dipersembahkan menjadi kurban dan mejadi ibadah yang masuk akal, atau ibadah yang sejati, maka selanjutnya seorang yang sudah mempersembahkan kurban yaitu tubuhnya sebagai kurban yang berkenan kepada Allah, hidup di dalam apa yang dikehendaki Allah dan yang berkenan kepada Allah, yaitu yang dapat membedakan kehendak Allah dan yang bukan kehendak Allah, apa yang baik dan yang tidak baik, dapat membedakan apa wang berkenan kepada Allah dan yang tidak berkenan kepada Allah, dan dapat membedakan mana yang sempurna dan yang tidak sempurna. Ayat 3 – 5 karunia yang berbeda berbanding-lurus dengan fungsi anggota tubuh yang berbeda Rasul Paulus mengenal suatu karunia yang dianugerahkan kepadanya oleh Tuhan Yesus. Karunia yang dianugerahkan itu berupa nasihat-nasihat mendasar tentang menjalani hidup sebagaimana adanya:
- Jangan memikirkan perkara yang lebih tinggi daripada yang patut dipikirkan.
- Berpikir sedemikian rupa untuk menguasai diri menurut ukuran iman sebagai karunia Allah
- Satu tubuh mempunyai banyak anggota, sama dengan banyak orang beriman adalah satu tubuh Kristus.
Ayat 6-8 Berbagai karunia sebagai karunia pelayanan Setiap orang sudah Tuhan anugerahkan karunia Tuhan, yaitu karunia untuk bernubuat, karunia melayani, karunia iman, karunia mengajar, karunia menasehati, semua karunia pelayanan ini disyaratkan tentang bagaimana melakukannya, yaitu "dilakukan dengan hati yang ikhlas, melakukan dengan rajin, melakukan dengan kemurahan hati, melakukan dengan sukacita,
PENERAPAN
Dalam tahun kesehatian 2025 ini, kita sudah mempelajari banyak aspek, dan dalam minggu ini kita diarahkan melalui Firman Tuhan dari Roma 12 : 1 – 8 untuk menyadarkan dan mengingatkan kita tentang:
- Tubuh bukan hanya aspek keindahan fisiologis saja yang dinikmati, tetapi penghayatan fungsi tubuh dalam "ritus" Paulus ingatkan hal mendasarnya yaitu "persembahan kepada Allah" dalam fungsi ritus adalah termasuk tubuh.
- Kita sedang dituntut untuk mengikuti kehendak Allah, bukan kehendak dunia ini atau kehendak diri sendiri, karena itu, mari kita kehendak Allah dalam hidup keseharian kita dalam semua bentuk yang berkenaan kepada Allah, bertutur kata, berperilaku, bertindak wujudkanlah semuanya itu akan mendatangkan kemuliaan bagi Allah kita
- Kita wajib menyadari bahwa Tuhan telah mengaruniakan kepada kita karunia- Tuhan untuk melayani Tuhan, untuk menyembah Tuhan untuk mengagungkan nama-Nya, maka marilah kita mempergunakannya dengan tepat dalam hidup kita hari lepas hari.
Untuk Informasi lainnya yang terdapat di dalam buletin, Silahkan download file pdf yang link-nya tersedia di bawah ini