KESEHATIAN JEMAAT-JEMAAT MAKEDONIA TELADAN DALAM PELAYANAN || Buletin Edisi 09 Februari 2025

KESEHATIAN JEMAAT-JEMAAT MAKEDONIA TELADAN DALAM PELAYANAN

[2 KORINTUS 8:1-15]
Saudaraku yang dikasihi Tuhan,

PENJELASAN TEKS

Ayat 1 – 6 Pelajaran dari Jemaat-Jemaat di Makedonia Hal prinsip yang ditekankan pada bagian teks ini adalah tentang sikap iman yang konsisten dari jemaat-jemaat di Makedonia. Rasul Paulus menemukan suatu sikap mulia yang patut menjadi teladan dalam hal menopang pekerjaan Tuhan dengan pemberian jemaat-jemaat. Sikap iman seperti apa yang dijadikan suatu pelajaran bagi kita, sekitar 6 (enam) yang dijadikan pelajaran, yaitu :

  1. Menurut Rasul Paulus ada kasih karunia dianugerahkan kepada Jemaat- Jemaat Makedonia;
  2. Situasi sosial mereka adalah sedang hadapi cobaan berat, sedang hadapi pelbagai penderitaan, sukacita mereka tetap meluap, mereka sangat miskin, tetapi mereka kaya dalam kemurahan
  3. Pemberian mereka melampaui kemampuan mereka
  4. Kerelaan sendiri meminta dan mendesak untuk mengambil bagian dalam pelayanan kepada orang-orang kudus
  5. Pemberian mereka tertuju kepada Allah dan kepada para Rasul. Untuk keteladanan iman yang seperti ini. Rasul Paulus semakin yakin bahwa Jemaat-Jemaat Makedonia dapat diandalkan, maka Titus diutus untuk menata pelayanan yang lebih baik lagi bersama mereka.

Ayat 7-10 Menguji Keikhlasan Kasih Pada ayat terdahulu Rasul Paulus memuji jemaat-jemaat Makedonia, kali ini pada ayat (8b) Rasul Paulus menyatakan "...aku mau menguji keikhlasan kamu..." artinya Rasul Paulus sedang mendorong sisi lain untuk melihat apakah Jemaat-Jemaat Makedonia yang berpartisipasi memberikan dukungan kepada pelayanan orang-orang kudus dalam pemberitaan Injil, mereka melakukan karena kepentingan tertentu atau memang mereka tulus melakukannya. Hal yang mendapatkan ujian itu Rasul Paulus kemukakan pada ayat (7 dan 8), ada 7 hal yang diperhatikan untuk menguji keikhlasan jemaat. Jemaat di Makedonia, ketujuh bagian itu adalah (1) "kamu kaya dalam segala sesuatu. (2) 'dalam iman", (3) "dalam perkataan'. (4) dalam pengetahuan', (5) dalam kesungguhan membantu. (6) 'dalam kasih dan (7) dalam pelayanan kasih"

Ayat 11 – 15 Nasehat dan Ketegasan tentang Hal Pelaksanaan Pemberian Jemaat Sangat terkagum-kagum dengan jemaat-jemaat Makedonia yang setelah diuji mendapatkan nasehat yang begitu bijaksana, begitu mulia dan begitu berarti sepanjang masa, sebagaimana Rasul Paulus melukiskannya dengan ketegasan yang dinamis dan bersungguh-sungguh, yaitu:

  1. Pemberian hendaklah dilakukan dengan kerelaan, dan kerelaan yang tulus bukan kerelaan yang dibuat-buat, dan pemberian itu sesuai dengan yang ada bukan dicari-cari atau diadakan (ay 11)
  2. Pemberian yang diterima adalah pemberian berdasarkan apa yang ada pada jemaat (ay 12)
  3. Bila pemberian itu menjadi beban jangan laksanakan, tetapi pemberian itu mengakibatkan lahirnya suasana keseimbangan dalam pelayanan itu adalah pemberian yang benar dan mulia (ay 13)
  4. Prinsip pemberian adalah keseimbangan, yaitu: "kelebihan mencukupkan kekurangan", artinya yang mengumpulkan banyak tidak berkelebihan dan yang mengumpulkan sedikit tidak berkekurangan.

PENERAPAN

Kita sudah memiliki semangat "kesehatian", semangat yang mendorong kita menerapkan semua keputusan gereja secara konsisten, untuk hari ini Firman Tuhan mengingatkan kita, nahwa seperti Jemaat-Jemaat di makedonia Menjadi teladan dalam hal menopang pekerjaan Tuhan, maka hal yang sama untuk semua jemaat-jemaat GKI di Tanah Papua, mengikuti suatu keteladanan iman dan perbuatan yang baik, seperti yang diajarkan dari firman Tuhan hari ini 2 Korintus 8:1-15, mari kita mewujudkan :

  1. Keteladanan dari segi melaksanakan Firman Tuhan sebagai bagian dari taat dan setia kepada Tuhan. Wujud keteladanan yang patokannya mentaati Firman Tuhan mempunyai hubungan juga dengan mentaati ketentuan- ketentuan gereja yang berlaku sampai saat ini. Itulah nilai "kebangkitan kesehatian dalam hidup persekutuan dan berjemaat kita;
  2. Kita belum diuji tentang ketaatan dan kesetiaan kepada Alkitab dan Peraturan-Peraturan Gereja, praktek penataan pelayanan mencerminkan. kepatuhan. sehingga, baik Penatua. Syamas. Pendeta, Guru Jemaat. Penginjil dan Pengajar atau yang terlibat secara struktur seperti PHMJ. Badan Pelayan Unsur, BP. Klasis dan BPS kita semua dikaitkan dengan pengujian tentang konsisten dalam ketaatan dan kesetiaan mengikuti semua yang diamanatkan untuk bekerja dalam pelayanan;
  3. Aksi kesehatian dapat diwujudkan dengan tidak menambah dan mengurangi dari apa yang sudah digariskan, diamanatkan oleh Sidang Gereja sebagaimana tertuang dalam Peraturan-Peraturan Gereja, dan pelaksanaannya tampak dalam praktek pelayanan selama ini. Amin.
Untuk Informasi lainnya yang terdapat di dalam buletin, Silahkan download file pdf yang link-nya tersedia di bawah ini
GKI Martin Luther

Memang dahulu kamu adalah kegelapan, tetapi sekarang kamu adalah terang di dalam Tuhan. Sebab itu hiduplah sebagai anak-anak terang

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama