PANGGILAN KESELAMATAN KITA SEBAGAI ANUGERAH TUHAN || Buletin 02 Februari 2025

PANGGILAN KESELAMATAN KITA SEBAGAI ANUGERAH TUHAN

[EFESUS 3:1-13]
Saudaraku yang dikasihi Tuhan,

PENJELASAN TEKS

Ayat 1-6 Wahyu Pemberitaan Injil kepada Orang bukan Yahudi Rasul Paulus mengaku bahwa ia ada di dalam penjara. la ungkapkan tentang Alasan ia dipenjarakan, yaitu dipenjarakan karena memberitakan tentang Yesus Kristus, dan ia beritakan Yesus Kristus kepada orang-orang yang tidak mengenal Allah, atau dalam standar agama Yahudi yaitu "memberitakan Injil kepada orang tidak bersunat". Apa itu Injil yang Paulus beritakan, terjawab dalam ayat (2-6) tentang "... penyelenggaraan kasih karunia Allah yang percayakan Allah kepada Paulus, dibuka dengan wahyu oleh Allah tentang rahasia Kristus, yang semulah sudah disampaikan kepada para Nabi dan Rasul, sekarang dinyatakan di dalam Roh bahwa orang-orang bukan Yahudi karena berita Injil turut menjadi ahli-ahli waris dan anggota-anggota tubuh dan peserta dalam janji yang diberikan dalam Kristus Yesus."

Injil yang dikenal, dimaknai oleh Rasul Paulus adalah yang di-alami sendiri dengan wahyu dari Tuhan Yesus. Rasul Paulus dari pengalaman wahyu itu ia rumuskan tentang sasaran yang menjadi tugas penginjilan, sasaran penginjilan itu ada 2 (dua), yaitu sasaran yang diteruskan setelah zaman nabi-nabi berakhir, yaitu "angkatan-angkatan dahulu tidak diberitakan" dari kalangan orang Yahudi sendiri dan sasaran yang ditujukan sesuai Amanat Agung Pemberitaan Injil Tuhan Yesus, dari Yudea. Samaria dan ujung bumi oleh "Para Rasul termasuk oleh Rasul Paulus, yaitu "orang-orang bukan Yahudi".

Ayat 7–11 Pelayanan Pemberitaan Injil sebagai Pemberian Kasih Karunia Allah yang selama ini tersembunyi Menurut Rasul Paulus, menjadi pelayan dalam pemberitaan Injil adalah "pemberiaan kasih karunia Allah". Allah yang mengerjakan dengan kuasa-Nya Allah yang menentukan siapa yang hendak dipilih-Nya untuk tugas penyelenggaraan kasih karunia. Dari berbagai cara dan orang yang diproses untuk pemilihan Tuhan, Rasul Paulus mengartikan, bahwa pemilihan dirinya oleh Tuhan untuk menjadi Rasul bagi orang tidak bersunat atau orang bukan Yahudi, dan Injil bagi orang bukan Yahudi adalah "kekayaan Kristus yang tidak terduga, yang telah berabad-abad tersembunyi dalam Allah yang menciptakan segala sesuatu, itulah maksud abadi yang dilaksanakan Allah di dalam Yesus Kristus, Tuhan kita".

Ayat 12 – 13 Kristus adalah Jalan masuk kepada Allah Satu penegasan puncak dari pernyataan iman Rasul Paulus yang dahsyat adalah "Di dalam Dia kita beroleh keberanian dan jalan masuk kepada Alah dengan penuh kepercayaan oleh iman kita kepada-Nya". Tuhan Yesus Kristus adalah "jalan masuk kepada Allah". Iman adalah karunia atau pemberian Allah kepada yang dikehendaki-Nya. Sebagai pemberiaan Allah iman yang dimaksud adalah iman kepada Allah di dalam Tuhan Yesus Kristus. Tuhan Yesus Kristus sendiri telah mengajarkan kepada dunia melalui murid-murid tentang "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa kalau tidak melalui Aku"(Yoh 14:6). Karena itu iman kepada Tuhan Yesus adalah jalan iman yang menyatu dengan iman kepada Bapa. Iman kepada Tuhan Yesus adalah "kebenaran" yang menyatakan bahwa hanya satu "kebenaran" dan Sang Kebenaran itu adalah satu Tuhan. Dan di dalam Tuhan Yesus hidup di dalam Bapa, hidup di dalam kekudusan, hidup di dalam kekekalan dicapai, ditemukan bahkan "didapatkan" sebagai "karunia Allah di dalam Tuhan Yesus Kristus".

PENERAPAN

Kesehatian menjadi aspek utama yang terus disuarakan dan diperdengarkan bagi semua umat Tuhan di tanah Papua. Kali ini aspek nilai kesehatian menjangkau sampai ke sisi masa lalu kita, sebagaimana Rasul Paulus utarakan dalam Surat Efesus 3:1-13, bahwa alasan mendasar Paulus menjadi penginjil, termasuk alasan kita yang ada di tanah Papua, pertanyaannya mengapa Alasannya termasuk kita, karena kita tidak termasuk dalam orang Yahudi. Rasul Paulus menjadi Rasul bagi orang yang bukan orang Yahudi atau untuk mereka yang tidak bersunat, kalaupun bersunat tetapi tidak atas alasan Hukum Taurat. Rahasia inilah yang rasul Paulus ungkapkan sehingga hari ini kita semua "sehati untuk memaknai betapa pentingnya orang bukan Yahudi sampai Rasul Paulus begitu berjuang üntuk mengambil jalan pemberitaan Injil dan karena itu ia merelakan diri untuk dipenjarakan."

Bila kita mengerti rahasia ini, maka marilah kita semakin perkokoh dan perkuat iman percaya kita hanya kepada Tuhan Yesus Kristus. Karena hari ini kita menjadi orang yang percaya kepada Tuhan Yesus, menurut Rasul Paulus hal itu dilakukannya karena ia mendapatkan wahyu Tuhan Yesus, bahwa pemberitaan Injil kepada yang bukan Yahudi adalah kehendak Tuhan, sesuai maksud Tuhan. Kita mendapatkan perkenaan Tuhan dan Rasul Paulus terpilih untuk memaklumkan maksud mulia Tuhan bagi kita semuanya. Alasannya hanya satu, supaya kita yang bukan orang Yahudi, melalui Tuhan Yesus Allatus, kita juga memperoleh jalan masuk kepada Allah. Amin.

Untuk Informasi lainnya yang terdapat di dalam buletin, Silahkan download file pdf yang link-nya tersedia di bawah ini
GKI Martin Luther

Memang dahulu kamu adalah kegelapan, tetapi sekarang kamu adalah terang di dalam Tuhan. Sebab itu hiduplah sebagai anak-anak terang

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama